Sekilas Workshop Bisnis Wedding Photography Tadi Sore oleh Damon Rizki

 

me n olympus E M5 mk II

Hallu… kawan
Foto diatas adalah foto ketika saya mengikuti  workshop yang diadakan oleh olympus yaitu “Portofolio Yang Efektif Untuk Menunjang Bisnis Wedding Photography” oleh akang Damon Rizki dari Lighthouse photography dan diadakan tadi sore di HOS Surabaya.
Mumpung dapet pinjaman Olympus Om-D E-M5 mk II dari ko Rony sentra, saya numpang narsis dulu sekalian minta tolong untuk di fotoin (kl itu hasil dari kamera xiaomi redmi 1s ya ^_^)

Secara sekilas fitur yang di tawarkan lumayan menarik, contohnya image stabilizenya yg sudah 5 axis dan di tanam di body kl saya itu fitur yang sangat bermanfaat coz tanganku tergolong bukan tangan tripod, speed aman untuk tanganku adalah 1/50 apa lagi kl belum makan speed harus diatas 1/200 malahan  xixixixixi
Layar LCD yg sudah swift juga hal yang menarik terutama aku lebih suka dengan low angle dan sedikit High angle.
Untuk  high angle, fitur remote wifinya juga bisa di manfaatkan ketika kita menggunakan tripod or monopod,
dengan bentuk kamera yang kecil sangat mempermudah untuk mengambil sudut2 dari atas terutama jika di tempatkan di monopod.
kl foto BTS ku di bawah ini lumayan butuh tenaga ekstra untuk high angle dgn tripod ketika menggunakan kamera DSLR 70D 😀

fotografer wedding surabaya  BTS

Balik lagi ke kamera olympus
Sebetulnya saya dulu adalah pengguna DSLR olympus yaitu E-500 dan itu adalah DSLR pertama saya
Ada banyak alasan yang mengharuskan saya untuk hijrah ke canon.
Setelah tadi nyoba sebentar kamera Olympus E-M5II saya merasakan ada sedikit nostalgia dengan kamera lama saya (tidak termasuk noisenya ya xixixixixixi) terutama dari segi kontrasnya, dan warna yg dihasilkan menurutku terlalu tegas, sedangkan saya lebih suka soft, baik soft di kontras n  warna.
Tiap fotografer pasti punya selera masing masing, bagi yang sebelumnya suka dengan karakter kamera nikon dan sony mungkin kemera mirrorles olympus ini akan lebih cocok ketimbang saya yg lebih suka karakter soft.

Balik ke Workshopnya akang damon dari bandung.
Diawal sesi ada pertanyaan yang menarik.
“ingin menjadi fotografer yg di bayar mahal atau fotografer kaya?”

Awalnya saya berfikir fotografer di bawar mahal menarik kayaknya
Setelah di kasih penjabaran, ternyata fotografer kaya lah yg lebih menarik ^_^

Gak rugi deh bayar 50rb dapet ilmu dapet snack plus dapet Flashdisk 8GB xixixixixixixi
Top dah…. semoga next workshop bisa ngikut lagi ^_^

Beberapa materi yang di bawakan, intinya sudah saya terapkan di dalam bisnis fotografi wedding yang saya jalankan cuman sedikit berbeda pelaksanaannya akan tetapi secara prinsip sama.

Misal back up data,
kl yang saya kerjakan adalah saya back up ke internal dulu lalu lanjut ke eksternal dan saya back up filenya di DVD meskipun itu low res dan saya kasihkan ke klien sbg back up saya.
sedangkan dia membackup datanya di cloud yg katanya msh dalam kantor dan sbg back up ke tiga di taruh di hardisk klien
(beda bisnis 4jt & 40jt xixixixixi  secara prinsip beti lah, beda tipis. tp jauh kl di rupiahkan wakakakakaka)
intinya sama2 kita memback up di 3 tempat, 2 di tempat kerja dan 1 di luar tempat kerja 🙂

Dan satu yang perlu aku perbaiki dari yang aku lakukan, yaitu kontrak kerja
Selama ini aku rada males untuk bikin kontrak kerja, padahal itu yg akan melindungi kita seandainya ada kejadian diluar prediksi kita.
“Wahai ide datanglah untuk membantu mempermudah dlm proses pembuatan kontrak kerja” 😀
kl kawan ada kontrak kerja boleh donk di share ^_^

Oh iya di sela2 sesi workshop ada sesi foto model
Entah kenapa saya selalu lebih suka ngobrol dan ngumpul bareng teman2
ketimbang motret wanita cantik yg enak di foto tp gak enak kl di bawa pulang xixixixixixi

Sementara ini dulu yang bisa saya lapoerkan dari kegiatan tadi sore
Semoga bermanfaat 😀

Terimakasih akang Damon untuk sharing ilmunya
Semoga lancar dan sukses bisnis weddingnya 🙂

Tidak lupa Terimakasih untuk Sentra Digital ^_^
(sopo wero ko argo or ko yan serta ko Rony melu moco ben aku gak di protes xixixixixixi 😀 )

Salam…..

You may also like...

2 Responses

  1. fdasadaf says:

    kok nanggung sih eLmu nya oM.
    giaman cara dan beda dibayar mahal dengan jadi kaya itu??
    dapetin klien yg mampu bayar mahal gimana juga?

    • LUKIHERMANTO says:

      nanggung?
      iyes…. emang aku sengaja
      semua postinganku tentang seminar atau workshop yg aku ikuti bakal “nanggung”
      why…..
      saya menghargai pembicara n panitia

      sementara itu yg perlu aku jawab
      karena saya punya rule terhadap “tamu yg nitip sendal” di blogku.

Leave a Reply

%d bloggers like this: